Warning: imagejpeg() [function.imagejpeg]: Unable to open '/home/dit-plp/public_html/images/stories/beritaL2hvbWUvZGl0LXBscC9wdWJsaWNfaHRtbC9pbWFnZXMvc3Rvcmllcy9hcnRpa2VsL2tvbXVuaWthc2lsaW50YXNidWRheWExLmpwZw==.jpg' for writing: Disk quota exceeded in /home/dit-plp/public_html/plugins/content/joomslide.php on line 353
Komunikasi lintas budaya antar siswa PDF Print E-mail
Ditulis oleh management   
Thursday, 04 February 2010 16:21
Komunikasi lintas budaya antar siswa Komunikasi lintas budaya antar siswa LUAR  BIASA, FESTIVAL dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) merupakan peristiwa seni dan budaya yang luar biasa. FLS2N untuk tingkat SMP/MTs tahun ini diikuti oleh peserta yang berasal dari 33 provinsi yang berjumlah 1.023 orang, yang masing-masing terdiri dari peserta, pelatih/pendamping, dan official. Bila ditambahkan dengan panitia, dewan juri, dan nara sumber pendukung kegiatan, maka jumlah yang terlibat ± 1.250 orang. Demikian antara lain diungkapkan oleh Direktur Pembinaan SMP, Ditjen Mandikdasmen, Depdiknas, Didik Suhardi, SH., M.Si., pada acara malam pemberian penghargaan pemenang FLS2N tingkat SMP/MTs, Kamis, 4 Juni 2009 di Yogyakarta. Selanjutnya, Direktur Pembinaan SMP mengungkapkan kekaguman, penghargaan, dan harapan yang tinggi terhadap partisipasi aktif, kreasi, dan ekspresi para siswa peserta selama mengikuti FLS2N. Semangat untuk melestarikan dan menjaga seni budaya bangsa, diharapkan terus dilanjutkan, sehingga menunjang peningkatan mutu pendidikan, baik pada aspek prestasi akademik maupun non-akademik atau pengembangan kepribadian, yang merupakan bagian dari pendidikan berkelanjutan (Education for Sustainable Development).

DI BELAKANG PANGGUNG
ADA yang luput dari perhatian pada saat acara penutupan itu, mengingat kejadiannya berlangsung di belakang panggung. Sebagaimana hasil rapat koordinasi pelaksanaan FLS2N yang selalu dipimpin oleh Kasubdit Kegiatan Kesiswaan, Dr. Supriano, bahwa acara pemberian penghargaan kepada pemenang dan peserta berbentuk edutainment. Bentuk acara tersebut di samping mengetengahkan hiburan dari pemenang, juga misi utama pendidikan dikedepankan. Sebagai realisasi edutainment, siswa yang terlibat dalam acara penutupan bukan hanya pemenang yang akan menampilkan hasil kreasinya, melainkan siswa peserta lainnya yang mewakili daerah masing-masing tampil di atas panggung.

Para siswa perwakilan daerah harus tampil mengenakan pakaian daerah masing-masing. Mereka ditugaskan untuk membacakan dan mengundang pemenang setiap cabang seni, membawakan piala dan piagam penghargaan, serta mengucapkan selamat kepada para pemenang. Sungguh di luar dugaan, kehadiran mereka yang pada saat gladi resik seolah-olah kaku dan masih menunjukkan kelelahan; justru pada malam penutupan mereka sangat bergairah dan berperilaku spontanitas yang membuat hadirin decak kagum.

Mereka tampil layaknya artis profesional yang penuh percaya diri, tidak kaku, namun tetap menjunjung tinggi kesopanan dan keramahan orang timur. Menurut mereka, peristiwa seperti ini yang dinantikan, bisa tampil dan berkenalan dengan teman-teman dari luar daerah, walaupun tidak jadi pemenang. Mereka bangga tampil mengenakan pakaian daerah. Bahkan di belakang panggung, sebelum mereka tampil berlangsung komunikasi yang mengharukan bagi mereka yang rindu persatuan dan kesatuan. Mereka tak sungkan-sungkan berkenalan, menceritakan nama-nama atau istilah pada pernik-pernik pakaiannya, cabang seni yang diikuti, asal sekolah dan daerah, kegemaran, sampai saling tukar makanan dan nomor hp. Peristiwa tersebut mengindikasikan bahwa FLS2N bukan hanya ajang unjuk kompetensi dalam bdang seni, melainkan media komunikasi lintas budaya antar siswa. Komunikasi seperti itu akan menghantarkan saling memahami, toleransi, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.
 
Penulis :
Mamat Supriatna
Konsultan Direktorat Pembinaan SMP
Last Updated ( Thursday, 11 March 2010 23:33 )